Kamis, 28 Maret 2013

WarningTo ManiaFacebook

WARNING !!!

Perhatian Bagi Yang Punya Akun Facebook !!!

Metro Tv Baru Mengeluarkan Berita Bahwa Hacker Sudah Mulai Masuk Facebook & Mereka Menempatkan Video Seks Memakai Nama Anda, Pada dinding teman” FB Anda, Tanpa Anda Mengetahuinya.

Anda Tidak Dapat Melihatnya, Tapi Orang Lain Bisa melihat Seolah-olah Anda Yang Mempublikasikan nya...

Jadi Jika Anda Menerima Sesuatu tentang Video (Yang Barang Kali Atas Nama Saya), Itu Sudah Pasti Bukan Dari saya...

Jadi JANGAN DI KLIK...!!!

Karena Begitu Anda Mengklik Utk Melihat Kiriman Video Tsb, Maka Dapat Dipastikan Anda Sdh Terkena Virus Dari Hacker Tsb Dan Berikutnya Video Seks Tsb Akan Terkirim Secara Otomatis Ke Semua Teman2 FB Anda, Seolah-olah Anda Yang Mengirimkannya. ..

Selasa, 26 Maret 2013

tema dalam karya seni rupa

A. Pengertian dan Tema Karya Seni rupa
Pengertian karya seni rupa murni yaitu karya seni rupa yang mana dalam penciptaannya hanya mengutamakan nilai seninya semata.
Adapun jenis karya seni yang diciptakan di Indonesia antara lain :
1. Seni Lukis                        4. Seni Kartun
2. Seni Patung                      5. Seni Topeng, dan lain-lain
3. Seni Fotografi

Sedangkan tema yang biasa digunakan oleh para perupa antara lain :
1. Hubungan antara manusia dengan dirinya
Contoh pelukis Indonesia yang menggunakan dirinya sebagai tema karya seninya adalah Affandi dan S. Sudjojono. Dengan lukisannya yang berjudul “Potret Diri”.

Lukisan “Potret Diri”


















2. Hubungan antara manusia dengan manusia lain
Contoh pelukis Indonesia yang menggunakan tema hubungan antara manusia dengan manusia yang lain adalah Affandi dengan lukisannya “Ibuku” dan “Mertua Saya”, dan S. Sudjojono dengan lukisannya :Istriku Roos Pandanwangi”, “Mariane Dara Putih Anakku”.


Lukisan Affandi




3. Hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya
Contoh pelukis Indonesia yang menggunakan tema hubungan antara manusia dengan ala m sekitarnya adalah R. Saleh dengan lukisannya “Kebakaran Hutan”; “Tanah Lot”, “Gajah Malam”, “Ketika Musim Salju Tiba”; S. Sudjojono dengan lukisannya “Pantai Wonogiri”, “Pemandangan di Tepi Jalan Cipayung”; dan Wakid dengan karyanya “Di Tepi sawah”.











Gambar 1.1 : Contoh lukisan dengan tema hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya “Di Tepi Sawah”.
4. Hubungan antara manusia dengan benda di sekitarnya
Contoh pelukis Indonesia yang menggunakan tema hubungan antara manusia dengan benda di sekitarnya.






5. Hubungan antara manusia dengan kegiatannya
Contoh pelukis Indonesia yang menggunakan tema hubungan antara manusia dengan kegiatannya adalah “Tertangkapnya Raden Saleh”.







Gambar 1.2 : Contoh lukisan dengan tema hubungan antara manusia dengan kegiatannya “Tertangkapnya Raden Saleh”.


6. Hubungan antara manusia dengan khayalannya
Karya seni yang sering menampilkan khayalan adalah seni pewayangan (wayang). Berikut ini contoh lukisan karya Basuki Abdulah dengan obyek berkostum wayang.










seni grafis



1.      SENI GRAFIS

Mata Pelajaran                : Seni Budaya
Sub Mata Pelajaran         : Seni Rupa
Kelas / Semester               : VIII (2) / Genap
Standar Kompetensi         : Mengapresiasikan diri melalui karya seni rupa.

Kompetensi Dasar :
-          Mengapresiasikan diri melalu karya seni grafis.

Indikator :
1.      Membuat benda pakai dan atau benda hias dengan teknik cetak tinggi serta mengadaptasi unsur-unsur grafis nusantara.
2.      Membuat benda pakai dan atau benda hias dengan teknik cetak saring dengan mengambil unsur-unsur grafis nusantara.


RINGKASAN MATERI

Pernahkah kalian melihat seseorang memakai kaos yang ada gambar atau tulisannya? Pernahkah kalian melihat spanduk, atau poster yang dipasang di pinggir jalan? Pernahkah kamu melihat peralatan (komponen) elektronika yang memiliki tulisan/gambar? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut jawabannya pasti “pernah”. Jika kalian pernah melihatnya, tahukah kalian cara membuatnya?
Perlu kalian ketahui bahwa gambar atau tulisan tersebut dibuat dengan cara ada yang dicap dan ada pula yang disablon. Selain itu ada juga yang dibuat dengan menggunakan teknik Offset yaitu mencetak yang menggunakan alat percetakan/mesin yang modern, teknik ini biasanya digunakan untuk mencetak dalam jumlah yang banyak. Teknik cetak yang lainnya adalah cetak saring atau silk screen printing yaitu teknik mencetak dengan menggunakan lapisan kain sutra.
Berikut ini akan kita bahas secara sederhana tentang kedua cara/teknik pembuatan gambar atau tulisan pada benda-benda tersebut.

A.    CETAK TINGGI

  1. Pengertian Cetak Tinggi








                  Gambar 3.1 : Stempel

Gambar di atas dibuat dengan menggunakan stempel, yang mana stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi. Cetak Tinggi adalah kegiatan mencetak yang memanfaatkan bentuk/permukaan yang paling tinggi dari suatu plat klise. Pada cap/stempel tersebut dapat kita lihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan suatu gambar atau tulisan pada benda yang diberi cap/stempel. Cetak tinggi termasuk dalam kategori seni grafika.

  1. Proses Pembuatan Plat Klise
Untuk membuat plat klise ada beberapa bahan dan peralatan yang harus tersedia.
Adapun bahan dan alat tersebut adalah :
a.      Bahan, yang terdiri dari :
-          lem kayu/karet kertas                          -   papan
-          karet                                                    -   hardboard/triplek
b.      Peralatan yang diperlukan :
-          pensil                                                   -   gergaji
-          gunting                                                -   pahat
-          pisau cutter                                          -   hamer

  1. Langkah Pembuatan Plat Klise
-          Langkah pertama dalam proses pembuatan plat klise adalah menyediakan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
-          Buatlah pegangan serta alas plat klise dengan papan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki.
-          Potonglah karet sesuai dengan bentuk alas plat klise dari papan yang telah kalian buat.
-          Gambar/tulislah karet tersebut dengan menggunakan pensil.
-          Dengan menggunakan cutter cukil bagian sela-sela tulisan/gambar, sehingga tulisan/gambar yang dikehendaki permukaannya lebih tinggi.
-          Kemudian tempelkan karet tersebut dengan cara dilem pada kayu yang sudah dibentuk tersebut.
-         
Gambar 3.2 : Contoh hasil stempel
 
Berilah tinta pada plat klise tersebut, kemudian tempelkan pada kertas dan lihatlah hasilnya.
-          Klise plat stempel sudah siap untuk digunakan.





B.     SABLON

1.      Pengertian Sablon
Di atas telah dijelaskan tentang berbagai teknik mencetak, salah satu diantaranya adalah teknik sablon. Tahukah kalian apa sebenarnya sablon itu? Sablon adalah teknik mencetak dengan menggunakan sablon yang berupa suatu penyaring. Teknik tersebut banyak digunakan untuk mencetak tulisan maupun gambar pada permukaan datar atau rata, misalnya untuk mencetak tulisan atau gambar pada alat-alat elektronik, kaos, spanduk, undangan, pipa, gelas, bolpoint, dan lain-lain. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan teknik menyablon yang sederhana dan sablon dengan menggunakan teknik modern.
2.   Bahan dan Peralatan Sablon
a.      Menyablon dengan teknik sederhana (bahan klise alami)
1)      Bahan :
-          kertas gambar/HVS
-          cat air/tinta cetak
-          klise alami, misalnya sendok, kunci, daun, pisau, dan lain-lain
2)      Peralatan :
-          pisau                                  -   sikat gigi                 -   semprotan
-          gunting                              -   kuas
-          cutter                                 -   busa
3)      Cara Kerja
-          Ambillah klise alami yang diinginkan.
-          Klise disusun di atas kertas karton/HVS sesuai dengan yang diinginkan.
-          Mencetak. Proses pencetakan dengan cara memerciki atau menyemprot klise tersebut dengan bahan pewarna sampai dicapai ketebalan dan warna yang diinginkan.


 








Gambar 3.3. : Hasil sablon dengan menggunakan klise alami
b.      Menyablon dengan teknik modern (bahan kain kasa/screen)
Perlengkapan yang harus ada dalam proses penyablonan antara lain :
1)      Alat-alat
-          Screen (kain kasa) atau Monyl
Screen merupakan kain sablon yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan pada benda-benda yang akan disablon. Berdasarkan ukurannya, kain monyl dikelompokkan menajdi tiga, yaitu monyl berukuran kasar dengan nomor 60 T – 90 T, yang digunakan untuk mencetak di atas kaos, kain dan lain-lain; monyl berukuran sedang dengan nomor 120 T – 150 T, yang digunakan untuk mencetak di atas kertas, karton, kayu, dan kulit; monyl berukuran halus dengan nomor 180 T – 200 T, yang digunakan untuk mencetak di atas kaca, mika, botol, seng, plastic dan lain-lain.
-          Kerangka alat cetak, bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium.
-          Meja cetak, sebagai alas/tempat untuk melakukan penyablonan.
-          Pelapis, digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.
-          Rakel, digunakan untuk meratakan tinta pada benda yang disablon.
-          Rak jemuran, untuk mengeringkan benda/kain hasil sablonan.
2)      Bahan-bahan
-          kain screen
-          obat sablon
-          tinta
3)      Proses Pembuatan Klise
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menggambar rancangan untuk pembuatan klise yaitu memperhatikan bahan yang digunakan dan teknik yang digunakan untuk menggambar. Bahan yang digunakan harus transparan, hal tersebut dimaksudkan agar pada saat penyinaran (pengeksposan) bagian yang seharusnya tidak tembus oleh tinta akan terkena sinar secara utuh. Bahan yang biasanya digunakan adalah kertas, plastic, plastic film dan mika.
Dalam menggambar untuk membuat klise ada beberapa teknik yang dapat digunakan, yaitu :
-          Langsung pada screen. Pada teknik ini setelah screen (kain kasa) bersih kemudian diberi tulisan atau gambar/corak. Untuk area yang diinginkan tidak tembus oleh tinta diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer kemudian dijemur di tempat yang panas, setelah kering siap untuk dipergunakan mencetak.
-          Manual. Teknik manual dilakukan dengan cara menulis/menggambar langsung pada sebuah kertas putih polos. Untuk mendapatkan tulisan/gambar yang jelas dapat digunakan pena jenis rapidoatau drawing pen. Setelah gambar/tulisan selesai dibuat, kertas tersebut kemudian dibasahi dengan menggunakan minyak goring sehingga kertas tersebut menjadi trasnparan. Setelah kertas tersebut kering dapat dilakukan pengeksposan gambar.
-          Setting Komputer. Teknik ini dilakukan dengan cara membuat gambar/tulisan pada computer kemudian dicetak dengan menggunakan printer jenis lasser agar tulisan/gambar hasil cetakan lebih jelas.
-          Fotografi. Cara ini merupakan cara yang dilakukan untuk memperoleh hasil gambar yang paling baik diantara cara yang lainnya. Hanya saja cara ini memerlukan waktu dan biaya yang besar.
4)      Proses Afdruk
Afdruk adalah proses pemindahan tulisan/gambar dari screen (klise) pada suatu benda dengan menggunakan bahan emulsi sablon.
Tahapan-tahapan proses afdruk adalah sebagai berikut :
-          Pelapisan                                                   -   Pengembangan
-          Pengeringan lapisan                                  -   Tusir
-          Penyinaran                                                            -   Pengeringan